Rabu, 09 November 2016

Kasus Pelanggaran Etika Bisnis



MCI, Inc. (NASDAQ: MCIP), adalah perusahaan telekomunikasi Amerika yang bermarkas di Ashburn, Virginia. Perusahaan ini merupakan hasil dari penggabungan dari WorldCom (dulunya dikenal sebagai LDDS) dan MCI Communications, dan menggunakan nama MCI WorldCom sebelum mengambil nama sekarang pada 14 April 2003 sebagai bagian dari darurat perusahaan dari kebangkrutan.
Praktek Akuntansi Dalam laporannya pada 25 Juni Worldcom mengakui bahwa perusahan mengklasifikasikan lebih dari $ 3,8 milyar untuk beban jaringan sebagai pengeluaran modal.beben jaringan adalah beban yang dibayar oleh Worldcom kepda perusahaan lain untuk jaringan telekomunikasi, seperti biaya akses dan biaya pengiriman pesan bagi Worldcom. Dilaporkan sekitar $ 3,005 milyar telah salah diklasifiksi pada tahun 2001, sementara sisanya sekitar $ 797 juta pada triwulan pertama tahun 2002.berdasarkan data Worldcom $14,7 milyar pad tahun 2001 disajikan sebagai biaya.
Dengan memindahkan akun beban kepada akun modal, Worldcom mampu menaikkan pendapatan atau laba. Worldcom mampu menaikan laba karena akun beban dicatat lebih rendah, sedangkan akun aset dicatat lebih tinggi karena beban kapitalisasi disajikan sebagai beban investasi. Kalau hal itu tidak terdeteksi praktek ini akan berakibat pendapatan bersih yang lebih rendah dalam tahun-tahun berikutnya. Karena beban kapitalisasi jaringan tersebut akan didepresiasikan secara esensi beban kapitalisasi jaringan akan memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan biayanya dalam beberapa tahun dimasa depan, mungkin antara 10 tahun bahkan lebih.Staf akuntan Worldcom telah diwawancara sebelum tanggal 25 Juni. Pada Maret 2002 SEC meminta data dari perusahaan berupa item-item yang berhubungan dengan Laporan Keuangan. Termasuk didalamnya :
§  Komisi penjualan dan tagihan-tagihan yang bermasalah
§  Sanksi administrsi terhadap pendapatan yang berhubungn dengan pelanggan dalam sekala besar
§  Kebijakan akuntansi untuk merger
§  Pinjaman kepada CEO
§   Integrasi sistem komputer Worldcom dengan MCI
§   Analisis ekspektasi pendapatan saham WC
1 Juli 2002 worldcom mengumumkan bahwa akun cadangan di Worldcom juga diinvestigasi/diperiksa. Perusahaan membuat akun ini untuk mengantisipasi kejadian-kejadian luar biasa yang tidak dapat diprediksi. Seperti utang pajak tahun depan. Seharusnya akun ini tidak boleh dimanipulasi untuk memperoleh pendapatan. Tanggal 8 agustus Worldcom mengakui bahwa mereka telah menggunakan akun cadangan secara tidak benar. Dakwaan yang dilaporkan pada tanggal 28 agustus adalah bahwa akun cadangan dikurangi untuk menutupi biaya jaringan yang telah dikapitalisasi.
Pertanyaan Audit berdasarkan latar belakang tersebut, penyajian beban jaringan sebagai pengeluaran modal ditemukan oleh internal auditor Cynthia Cooper. Mei 2002 Auditor Cynthia Cooper mendiskusikan masalah tersebut kepada kepala keuangan Worldcom Scott D. Sullivan dan controller perusahaan saat itu David F. Myers. Cooper melaporkan masalah tersebut pada kepala komite audit Max Bobbitt, sekitar 12 Juni. Yang kemudian Max Bobbitt meminta kepada KPMG selaku eksternal auditor saat itu untuk melakukan investigasi.
Kepala keuangan worldcom diminta untuk mengkoreksi salah saji/salah pengklasifikasiannya. Setelah berdiskusi lebih lanjut Scott D. Sullivan dipecat pada saat Worldcom mengadakan pengumuman. Pada hari yang sama David F. Myers mengundurkan diri. Dilaporkan bahwa Sullivan tidak pernah mengkonsultasikan penyajian tersebut kepada Artuhr Anderson selaku auditor eksernal pada tahun 2001. dan Arthur Anderson pun menyatakan bahwa Sullivan tidak pernah berkonsultasi dengan nya.
Pada tanggal 15 Juli, Tauzi yang merupakan House Energy and Commerce Committee mengatakan bahwa berdasarkan dokumen-dokumen internal dan email Worldcom mengindikasikan bahwa sebenarnya pihak eksekutif sudah mengetahui salah saji tersebut sejak awal musim panas 2000 silam. Internal auditor adalah pertahanan awal terhadap kesalahan paktek-praktek akuntansi dan kecurangan akuntansi. Satu pertanyaan kepada Internal Auditor Worldcom adalah kenapa butuh waktu lama (1 tahun) untuk mengungkap salah saji ini. Padahal mengingat nilai kapitalisasi yang begitu besar dan pengaruhnya terhadap nilai pendapatan bersih dan total aktiva harusnnya bisa diungkap lebih cepat. 
Pertanyaan yang lebih berat ditanyangkan kepada KAP Arthur Anderson , beberapa pengamat menyatakan bahwa Arthur Anderson tahu mengenai salah saji yang dilakukan pihak Worldcom. Karena seharusnya Arthur Anderson bertugas untuk mengaudit kesalah semacam itu, apalagi kesalah ini sangat material. Beberapa pengamat juga menyatakan bahwa Arthur Anderson seharusnya lebih peka terhadap kondisi keuangan Worldcom, yang dapat mengakibatkan manajemen perusahaan melakuakan hal diluar kewajaran praktek akuntansi.

Dampak
Juni 2002, saham Worldcom dari $64,5 pada pertengahan 1999 menjadi kurang dari $2 per saham. Dan turun lagi hingga kurang dari $1 yang akhirnya nilai sahamnya kurang dari 1 sen. Para pegawai Worldcom yang mempunyai saham perusahaan sebagai bagian dari dana pensiun mereka juga mengalami kerugian. Pada akhir tahun 2000 sekitar 32 % atau $642,3 juta dana pensiun mereka berupa saham. Dan mengumumkan akan memberhentikan 17.000 karyawan dari total 85 ribu karyawan. 
21 Juli 2002, Worldcom mengikuti program proteksi kebangkrutan sementara dari departemen kehakiman Amerika serikat. Worldcom melaporkan aset sebesar $103 milyar dengan total utang $41 milyar. Kebangkrutan Worldcom merupakan kebangkrutan yang paling besar di Amerika Serikat Pada tahun 2004 Worldcom berubah nama mnjadi MCI, dan CEO Worldcom diganti dari Ebbers menjadi john Sidgemore. Scott D. Sullivan didakwa dengan hukuman penjara maksimum 25 tahun penjara sedangkan Ebbers didakwa dengan hukuman penjara lebih dari 25 tahun. 

Kesimpulan :
Dari kasus diatas menerangkan sangatlah penting bagi pihak karwayan perusahaan dan manajemen yang ada untuk berlaku jujur dalam menjalankan tugas dan amanatanya sesuai dengan etika bisnis yang dijalankannya, karena kalau  kecurangan yang terjadi bukan hanya satu pihak saja yang dirugikan melainkan semua pihak yang terkait seperti pekerja yang lain dalam perusahaan tersebut yang tidak tahu menahu dengan apa yang dikerjakan oleh bagian atau pihak yang berperan penting di perusahaan Wordcom tersebut.

Jumat, 14 Oktober 2016

About of Hobby



Nama saya Rini Febri Agusti, nama panggilan saya bisa rini, kalau di rumah sih biasanya dipanggil nini, dan satu lagi nama yang aneh yaiu selebor, kenapa saya dipanggil selebor ? you knowlah yaa saya itu orangnya teledor, kalau meletakkan sesuatu pasti lupa hehe. saat ini saya berada di tingkat 4 semester 7 jurusan akuntansi di salah satu universitas swasta di daerah Bekasi yaitu Universitas Gunadarma. Kali ini saya akan memposting seputar hobi saya. Sebenarnya saya sendiri bingung kalau ditanya tentang hobi atau kegemaran saya, karena banyak sekali hal-hal yang sering saya lakukan. Hal yang paling saya sering lakukan yaitu main hape, dengerin musik, makan tapi yang saya bingungkan kenapa saya tidak gemuk-gemuk huffffttt … selain itu hal yang sering saya lakukan kalau libur kuliah saya ke toko membantu orang tua jualan di pasar dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam.   
Untuk rencana ke depan saya ingin lulus kuliah tepat waktu dengan nilai IPK yang baik dan memuaskan, mendapatkan pekerjaan yang baik dan nyaman, saya ingin bekerja di sebuah Bank ternama yaitu Bank Indonesia sebagai auditor. Selain bekerja saya ingin juga melanjutkan S2 di sebuah Universitas Negeri yaitu di Universitas Indonesia, Lalu setelah itu saya ingin menikah di umur 25 tahun. Dan yang pasti tujuan utama saya yaitu membahagiakan kedua orang tua saya. Dan bisa memberangkatkan mereka ke tanah suci  dengan hasil kerja payah saya sendiri. Aamin Yaa Allah semoga semua keinginan saya bisa tercapai dan terwujud.

Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi



JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi membuka penyelidikan baru dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, hal tersebut dilakukan setelah menemukan indikasi adanya penyelewengan juga pada penyelenggaraan haji tahun 2010-2011.
"Itu di bawah lidik baru, sudah diajukan buka penyelidikan baru," ujar Busyro di Jakarta, Selasa (26/11/2014) malam.
Busyro menyatakan bahwa saat ini penyelidikan belum mengarah pada tersangka. Penetapan tersangka akan dilakukan jika telah ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menjeratnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan bahwa KPK belum selesai mengusut kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji 2012-2013 di Kementerian Agama karena masih memperdalam penyidikan. Dari hasil pengusutan itu, KPK menemukan indikasi dugaan korupsi juga terjadi pada penyelenggaraan haji tahun anggaran 2010-2011.
Dalam kasus yang tengah ditangani KPK, lembaga antikorupsi itu telah menetapkan Suryadharma Ali sebagai tersangka pada Mei 2014. Namun, hingga kini KPK belum menahan mantan Menteri Agama tersebut. KPK masih mendalami dugaan korupsi penyelenggaraan haji tahun anggaran 2010-2011 sehingga Suryadharma belum ditahan.
Busyro menyebut kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji yang menjerat Suryadharma telah menggurita. Menurut dia, kasus ini menjalar karena perbuatan korupsinya dilakukan dalam jangka waktu cukup lama dan nilai korupsinya besar.
Suryadharma diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atau perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara. Modus penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang diduga dilakukan Suryadharma, antara lain dengan memanfaatkan dana setoran awal haji oleh masyarakat untuk membiayai pejabat Kementerian Agama dan keluarganya naik haji. Keluarga yang ikut diongkosi antara lain para istri pejabat Kementerian Agama.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan laporan hasil analisis transaksi mencurigakan yang memperlihatkan bahwa Suryadharma mengajak 33 orang berangkat haji. KPK juga menduga ada penggelembungan harga terkait dengan katering, pemondokan, dan transportasi jemaah haji. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah anggota DPR, keluarga Suryadharma, dan politisi PPP yang ikut dalam rombongan haji gratis.

PEMBAHASAN dan SOLUSI :
1.    Tanggung jawab Profesi
Dalam melaksanakan tugasnya seharusnya setiap orang menerapkan  tanggung jawabnya dalam profesi yang dilakukanya. Suryadharma melakukan pelanggaran dalam profesinya dan tanggung jawabnya telah dilanggar karena beliau tidak menerapkan tanggung jawab profesi kepada dirinya.
2.    Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Tersangka kasus tersebut sudah jelas membuat kecewa publik, karena sudah melakukan kecurangan dana masyarakat untuk melakukan kegiatan ibadah.
3.    Integritas
Integritas mengharuskan seorang Menteri untuk bersikap jujur dan terbuka tanpa harus mengorbankan dana penerima jasa ibadah haji. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi.
4.    Objektivitas
Pada prinsip ini yaitu objektivitas, maka Menteri Suryadharma mengharuskan bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Tetapi amat disayangkan karena  beliau tidak mencerminkan sikap seperti itu.
5.    Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Seharusnya Suryadharma harus mencerminkan kemampuan yg dimilikinya untuk mengelola dana haji masyarakat, tetepi disini malah sebaliknya beliau tidak mencerminkan sifat kempetensi dan kehati-hatian dalam kemampuannya. beliau telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan haji, tetapi ia menyelewengkan dana yang harusnya di operasikan haji untuk masyarakat. Hal ini mengandung arti bahwa seharusnya wakil rakyat mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.
6.    Prilaku Profesional
Suryadharma telah mendiskreditkan profesinya dan merusak reputasi sebagai wakil rakyat atas perbuatan yang dilakukanya.
7.    Standar Teknis
Seorang seperti beliau harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Sources : 
1.    http://annisarahmaaulianoviani.blogspot.co.id/2015/01/artikel-kasus-pelanggaran-etika-profesi.html
2.    http://ainasitianingsih.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pelanggaran-etika-profesi.html
3.    http://farrelfebrinal.blogspot.co.id/2015/10/kasus-pelanggaran-etika-profesi.html

Selasa, 31 Mei 2016

Family Theme for Question, Information Question, Embedded Question and Tag Question Family Theme

Yes/No Question

1.   Is Mr Agus your father? Yes he is/no he isn’t
2.  Were you and your family in here yesterday?yes we were/no we weren’t
3.  Have you and your family been there?yes were have/no we haven’t
4.  Do you have any sister?yes I have/no I haven’t
5.  Will you support your brother for joinin singing competition? Yes I will/no I woldn’t

INFORMATION QUESTIONS

1.   Who made this cake
2.  What did you do yesterday
3.  Whom do you tell about this story?
4.  What did your mother tell you last night?
5. Who gave you that dress

EMBEDDED QUESTIONS

1.   I don’t know that what an avocado taters like
2.  My mom can’t remember where I bought the cake
3.  I have no idea where you brother
4.  I’m not sure how long my causin been gone
5.  I can’t remember when she learned how to ride a bike

TAG QUESTIONS

1.     The boy who with you is your brother,don’t you?
2.    Uncle Trautmant hasn’t got child at the moment,has he?
3.    Yogi and Rika are clibing,aren’t they?
4.    I told you about my family last night,am i?
5.    My mom and my sister are similar,aren’t they? 

EXERCISE 16: EMBEDDED QUESTIONS

1.   Who will be elected president? I’m not sure Who will be elected president
2.  Whose book is it? They haven’t discovered Whose book it is
3.  How much will it cost to repair the car? The mechanic told me
How much it would cost to repair the car
4.  How was the murder committed? the police are still trying to decide
    How the murder was committed
5.  How tall is John? Do you know
How tall jhon is?
6.  How well does she play the guitar/ you can’t imagine
How well she plays the guitar
7.  When will the next exam take place? Do you know
When the next exam will take place?
8.  Where did they spend their vacation? Angela told me
Where they spent their vacation
9.  Why are they buying a new house? I don’t know
Why they are buying a new house
10.       How long does the class last? The catalog doesn’t say
How long the class lasts

EXERCISE 17: TAG QUESTIONS

 1.       You’re going to school tomorrow, aren’t you?
 2.       Gary signed the petition, didn’t he?
 3.       There’s an exam tomorrow, isn’t there?
 4.       Beverly will be attending the university in September, won’t she?
 5.       She’s been studying English for two years, hasn’t she?
 6.       It sure is sunny today, isn’t it?
 7.       He should stay in bed, should’t he?
 8.       You can’t play tennis today, can you?
 9.       There aren’t any peaches left, are there?
 10.     We’ve seen that movie, haven’t we?